Dengan Tangis, Emak - Emak Ikut Demo Ke DPRD Kotim Tuntut Keadilan

    Dengan Tangis, Emak - Emak Ikut Demo Ke DPRD Kotim Tuntut Keadilan
    Emak - Emak Berurai Air Mata Saat Demo Ke DPRD Kotawaringin Timur, Sampit

    SAMPIT - Sejumlah masyarakat Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) seruduk (Demo) ke petinggi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (20)1/22).

    Tidak hanya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga sejumlah pemuda saja, namun kaum emak-emak warga Desa Ramban, bahkan dengan isak tangis, emak-emak menyampaikan penderitaanya. Suami yang dipenjarakan hingga anak-anak yang selalu menangis setiap hari mencari orang tuanya.

    PERS.CO.ID
    market.biz.id PERS.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Ada 12 orang yang ditahan di Polres Kotim, keluarga kami dituduh mencuri oleh PT Menteng Jaya Sawit Perdana (MJSP) Group Kuala Lumpur Kepong (KLK), hingga keluarga kami dipenjara. Padahal perusahaan itu tidak punya izin, ” kata Ibu Icung.

    Aksi tersebut sempat memanas, pasalnya para perwakilan masyarakat yang diperbolehkan masuk bersitegang dengan petinggi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim).

    “Kami mau cepat, karena ini bersangkutan dengan penderitaan masyarakat Ramban yang tertindas, jangan biarkan berlarut. Kami tidak akan pulang kalau RDP tidak secepatnya dijadwalkan, ” teriak Karliasyah, ketua penggerak demo, Kamis 20 Januari 2022, dilansir dari matakalteng.com.

    Teriakan tersebut keluar setelah mendengar perkataan dari Ketua DPRD Kotim Rinie yang menyatakan, untuk menentukan RDP harus dirundingkan dan mengundang perusahaan yang berkaitan dengan tuntutan itu.

    WIRAUSAHA.CO.ID
    market.biz.id WIRAUSAHA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Kami (DPRD) tidak bisa langsung menentukan, karena kami harus mengundang orang-orang yang berkaitan, ” kata Rinie.

    Jika RDP tidak ditentukan secara cepat pihaknya akan membawa masa yang lebih besar. “Kalau ini tidak selesai kami akan bawa massa lebih besar atau saya bawa seluruh anggota LSM Batang Hagatang se Kalteng, ” sebut Karliansyah dengan nada tegas.

    Beruntung dalam aksi adu mulut tersebut tidak menimbulkan konflik baru. Para petinggi DPRD Kotim langsung masuk ke dalam ruangan untuk berunding, meninggalkan para pendemo.

    Permasalah ini diduga akibat ditahannya 12 orang warga desa Tamban, dikarenakan mengambil / memanen buah tandan kelapa sawit milik PT Meneteng Jaya Sawit Perdana (PT.MJSP).

    JURNALIS.TV
    market.biz.id JURNALIS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Ada 12 orang yang ditahan di Polres Kotim, keluarga kami dituduh mencuri oleh PT Menteng Jaya Sawit Perdana (MJSP) Group Kuala Lumpur Kepong (KLK), hingga keluarga kami dipenjara. Padahal perusahaan itu tidak punya izin, ” kata Ibu Icung.

    Sementara itu, Ketua aksi kegiatan, H Masliansyah dihubungi Via Whatshap belum bisa memberikan keterangan terkait aksi tersebut dan tindak lanjutnya dari pihak terkait. (Indra//).

    Kotawaringin Timur
    Indra Gunawan

    Indra Gunawan

    Artikel Sebelumnya

    Bupati Kotim Halkinoor, Resmikan Sirkuit...

    Artikel Berikutnya

    Kunjungi Polres Gumas, Kapolda Kalteng Beri...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 167

    Postingan Tahun ini: 3266

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 124

    Postingan Tahun ini: 2529

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 65

    Postingan Tahun ini: 609

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 61

    Postingan Tahun ini: 885

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    wirzalcan verified

    Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid dan Peningkatan Pendapat Warga,Walinagari Sungai Buluh Bagikan Bibit Tanaman Mangga dan Manggis
    Klaim Pendidikan Seksual dalam Konten Media Sosial, Dosen UNAIR: Bukan Kegiatan Seksual dengan Tanggung Jawab
    Dituntut Kepastian Laporan Terkait Kasus Penyerobotan Tanah dan Pemalsuan Surat, Ini Jawaban Kasat Reskrim Polres Bantaeng
    Balasan Surat Pelaksana D.I Batang TerusanK Embali Dibalas LSM AntiK Orupsi Terkait Dugaan Adanya Pelanggaran Dalam Pelaksana Pekerjaan

    Rekomendasi

    Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo Ditetapkan Tersangka Kasus Kematian Brigadir J
    Tak Ada Tembak Menembak, Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Tersangka Kasus Kematian Brigadir J
    Aksi Damai Dukungan Untuk PETI, Besok Pagi di Gedung DPRD Kalteng
    Pembicara Webinar Nasional Fakultas Hukum UPR, Wakapolda Kalteng Ingatkan Jangan Takut Lapor Polisi
    Tingkatkan Kemampuan Identifikasi, Biddokkes dan Rumkit Bhayangkara Gelar Pelatihan DVI

    Ikuti Kami